Jangan Buang Nasi Basi, jadikan pupuk organik cair untuk tanaman

Jangan Buang Nasi Basi, Jadikan Pupuk Organik Cair untuk Tanaman

Nasi merupakan makanan pokok bagi orang Indonesia, terkadang di dalam sebuah keluarga setiap harinya selalu menyajikan masakan untuk dimakan. Namun, tak jarang juga masih banyak sisa nasi pada keesokan paginya, walaupun ada yang masih mengolah lagi dengan dijadikan kerupuk, masih banyak dari kita yang membuangnya jika sudah basi.

Seringkali nasi basi hanya menjadi limbah yang terbuang begitu saja, biasanya nasi basi dibuang ke tempat sampah atau diberikan sebagai bahan pakan untuk ternak. Padahal lebih dari itu, nasi basi bisa dijadikan sebagai bahan bio aktivator untuk membuat pupuk kompos atau pupuk organik.

Dalam mempercepat proses pembusukan sampah, nasi basi yang sudah menjadi cairan inilah yang jauh lebih bagus kegunaannya . Cairan ini sering disebut dengan MOL (Micro organisme lokal).

Selain dapat digunakan untuk bio aktivator pembuatan pupuk organik, MOL ini juga bisa langsung diaplikasikan sebagai pupuk tanaman. membuat cairan MOL ini cukup sederhana yaitu melalui proses fermentasi yang ditambahkan dengan larutan gula. Lalu bagaimanakah proses cara pembuatannya? yuk simak ulasannya berikut ini :

Alat dan Bahan :

  1. Nasi Basi = 1 Mangkok (Sebagai sumber karbohidrat dan sumber mikro organisme dari jamur)
  2. Gula Pasir = 5 Sendok Makan (Sebagai sumber makanan bagi bakteri)
  3. Air sekitar satu liter
  4. Wadah penutup atau baskom
  5. Botol plastik
  6. Plastik
  7. Sarung tangan

Cara-caranya :

  1. Pasang sarung tangan (Bisa menggunakan plastik biasa sebagai pengganti sarung tangan)
  2. Nasi yang basi tadi di kepal-kepal dan bentuk bulat-bulat
  3. Setelah semua nasi kita bulatkan kemudian nasi yang telah kita bulatkan tadi kita masukkan ke dalam wadah
  4. Tutup rapat
  5. Simpan di tempat yang terhindar dari panas matahari langsung selama kurang lebih satu minggu dan ini adalah nasi basi yang sudah berumur kurang lebih dua hari
  6. Tunggu lagi hingga warna kuning merata dan berbau seperti bau tape, baru nanti kita gunakan untuk menjadi MOL
  7. Lalu akan tumbuh Jamur yang berwarna orange, jamur ini bernama Rhizopus oligosporotus. peran jamur ini penting dalam proses fermentasi pembuatan MOL
  8. Setelah kurang lebih satu minggu, buka hasil dari fermentasi nasi basi tadi
  9. Selanjutnya masukkan air ke dalam wadah
  10. kemudian masukkan gula sekitar 5 sendok makan
  11. Gula yang digunakan menggunakan gula gula pasir, bisa juga diganti dengan gula merah atau dengan tetes tebu, lalu aduk-aduk
  12. Selanjutnya masukkan nasi basi tadi yang telah di fermentasi
  13. Masukkan sambil kita remas-remas gumpalan (nasi basi yang kita remas-remas berfungsi agar spora menyebar keseluruh bagian dan tercampur merata)
  14. Selanjutnya, jika sudah tercampur merata kita pindahkan cairan MOL kedalam botol air kemasan, yang disakan sepertiganya atau yang diisi tiga perempatnya saja
  15. Biarkan selama 5-7 hari sampai berbau seperti bau tape
  16. Buka tutup botol setiap hari (tujuannya adalah untuk membuang gas yang dihasilkan)
  17. Lalu kocok botol agar nasi basi yang digunakan lebih hancur lagi dan buka tutup botol kembali sedikit saja untuk membuang gas
  18. setelah 2-3 hari atau setelah aromanya berbau seperti tape, kita saring cairan yang ada di dalam botol tadi untuk membuang ampasnya, itu sebabnya di kocok-kocok dulu kemudian di saring
  19. Setelah di saring, masukkan kembali kedalam botol berukuran besar dan siap untuk digunakan
  20. Setelah MOL jadi maka mau dapat diaplikasikan dengan cara
BACA JUGA  15 Daftar Alat Pertanian Sederhana Buatan Petani Tanpa Mesin

 

Sebagai decomposer

Untuk decomposer mau dicampurkan dengan air, dengan perbandingan satu banding lima, kemudian disiramkan Mal pada bahan organik yang akan dibuat kompos

Sebagai pupuk kocor

Sebanyak 350 ml MOL campurkan dengan 10 liter air, kemudian kocokan pada tanaman dengan dosis 250 ml pertanaman.

Untuk sisa nasi yang sudah tidak terpakai atau ampasnya bisa kita tempatkan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan kompos demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *